Worldwide Telescope Bukan Sekadar Simulasi Langit

UNTUK mempelajari benda-benda langit hingga jarak yang tak terjangkau mata telanjang, kini dapat dilakukan setiap orang bukan hanya astronom profesional. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi telah membantu para peneliti mengumpulkan hasil-hasil pemotretan ke berbagai sudut ruang angkasa selama bertahun-tahun dalam satu paket yang dapat diakses dengan mudah.

Banyak pilihan software yang menyediakan citra objek-objek ruang angkasa secara komprehensif sesuai koordinatnya di bentang angkasa. Salah satunya Worldwide Telescope yang belum lama diluncurkan Microsoft. Dengan software ini, pengguna dapat seolah-olah menjelajah luar angkasa ke manapun tujuan yang diinginkan hanya dengan klik dan scroll dengan mouse.

Namun, tak hanya untuk simulasi langit, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk membantu para peneliti mengumpulkan rekaman hasil pengamatannya. Menurut Tony Seno Hartono, National Technology Officer PT Microsoft Indonesia, aplikasi ini dapat dihubungkan ke teleskop sebenarnya dan mengendalikan secara otomatis.

“Tinggal tentukan koordinat objek yang akan diamati kemudian diarahkan,” katanya dalam penyerahan fasilitas peraga WorldWide Telescope dari Microsoft dan Kementrian Riset dan Teknologi kepada Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung akhir November lalu. Hal tersebut memungkinkan karena Worldwide Telescope menyediakan interface terbuka yang dapat diprogram untuk menghubungkan antara aplikasi tersebut dengan teleskop.

“WorldWide Telescope merupakan piranti lunak hasil inovasi Microsoft Research yang diciptakan untuk para peneliti juga setiap orang untuk melakukan eksplorasi alam semesta.” lanjut Toni. “Kami berharap dengan adanya aplikasi ini, generasi muda dapat lebih terinspirasi untuk mengeksplorasi dunia astronomi dan sains. Aplikasi ini juga dapat membantu mengakomodasi kebutuhan para periset dalam memahami dunia luar angkasa.”

Observatorium Bosscha akan mencoba mengintegrasikan rekaman pengamatan Matahari ke dalam aplikasi tersebut. Kebetulan, saat ini tengah dibangun Real Rime Solar Telescope yang khusus akan dipakai untuk memantau Matahari seperti munculnya bintik hitam, serta aktivitas kromosfer dan fotosfer.

“Kita akan buat data kontinyu pengamatan Matahari agar dapat dipelajari dan dilihat banyak orang,” ujar Taufiq Hidayat, Kepala Observatorium Bosscha. Meski demikian tidak dipungkiri perlu usaha tambahan untuk melakukan pemrograman dan memasukkan data-data tersebut ke dalam database Worldwide Telescope.

Sejauh ini, data dasar yang disediakan dalam aplikasi tersebut berasal dari database NASA dan badan antariksa lainnya hasil kompilasi pengamatan teleskop seperti Teleskop Ruang Angkasa Hubble dan Chandra. Namun, data-data baru dapat ditambahkan dalam setiap tour luar angkasa yang dapat dibuat siapa pun termasuk para peneliti di Bosscha. Tour ini dapat disimpan ke dalam komunitas di internet sehingga dapat dilihat semua orang dari seluruh dunia.

Bahkan seorang anak kecil pun dapat membuat tour sendiri. Ini pernah dicontohkan saat pendiri Microsoft Bill Gates datang ke Indonesia dan mempresentasikan salah satu manfaat Worldwide Telescope dalam dunia pendidikan dalam Presidential Lecture di Jalarta Convention Center.

Tapi, setidaknya, hadirnya perangkat Worldwide Telescope di Observatorum Bosscha dengan layer LCD 40 inci dapat dimanfaatkan pengunjung untuk lebih mengenal alam semesta. Hal tersebut akan menambah wawasan baru setelah menikmati pengamatan langsung menggunakan teleskop-teleskop yang tersedia di Observatorium Bosscha. Para peneliti di Bosscha juga dapat memanfaatkannya sebagai acuan peta bintang sebelum melakukan pengamatan.

Sementara, mengenai kerjasama ini Taufiq Hidayat mengatakan, “Dunia Teknologi Informasi dewasa ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan Observatorium Bosscha, dan kemitraan dengan swasta seperti Microsoft telah memberikan banyak manfaat secara langsung.”

This entry was posted in Teknologi. Bookmark the permalink.

One Response to Worldwide Telescope Bukan Sekadar Simulasi Langit

  1. erni says:

    dengan adanya WWT (WorldWide Telescope),ceramah pada saat malam umum di bosscha menjadi lebih terarah 😀

    saya senang menggunakan WWT 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *